Dzikir ...


Dzikir ba'da subuh| nikmati dengan merendah| berharap hidup lebih mudah| #SelasaBahagia

Dzikir ba'da subuh| nikmati dengan sujud| berharap impian terwujud| #SelasaBahagia

Dzikir ba'da subuh| nikmati dengan menghayati Qur'an| berharap jauh dari siksaan| #SelasaBahagia

Dzikir ba'da subuh| nikmati dengan do'a| berharap dikabul olehNya| #SelasaBahagia

Dzikir ba'da subuh| nikmati dengan hamparan sajadah| berharap mulai dengan berkah| #SelasaBahagia

Dzikir ba'da subuh| Nikmati dengan keluarga tercinta| terbentuk SYUKUR kepadaNya| #SelasaBahagia



TAK PERLU KE INGGRIS ...


Bercerita seorang sahabat ke saya. Ia mendapatkan pengalaman luar biasa beberapa waktu lalu. Ia menjual sebuah apartment mewah di salah satu kawasan elit di Jakarta. Kebetulan pembelinya, tetangga si empunya. Ketika dia tiba di apartment si pembeli, ternyata si pembeli sedang berada di Inggris. Sedang meeting. Dan istri si pembeli yg menyambut dan diserahkan untuk mengurus dokumen pembelian apartement yang dijual sebelah apartmentnya.

Mereka punya satu anak usia sekitar 6 thn. Dari istri beliaulah teman saya tahu kalau beliau lagi di luar negeri. Si istri bercerita, kalau bapak sering keluar kota dan seminggu sekali keluar negeri untuk meeting. Bahkan disetiap tujuan dia punya mobil mewah satu untuk antar jemput beliau. Beliau sangat jarang bertemu keluarga. Untuk bertemu anak cuma sekali seminggu dengan durasi 3-7 jam saja. Setelah selesai semua transaksi teman saya pun pulang.

Besoknya dia dipertemukan dgn kisah luar biasa lagi. Ketika hendak sarapan kebetulan, tukang bubur ayam lewat dan teman saya diskusi dgn beliau. "Mas, gmana lancar dagangannya? Jam berapaan habis buburnya? Berapaan sih untungnya?" Sambil griliya nanya. "Alhamdulillah, disyukuri. Jam 10 sudah habis, karena cuma sarapan aja. Kalau banyak 120 ribu, kalau dikit 80 ribu" jawab beliau dengan griliya. 

"Wahh, enak ya. Habis jualan biasanya mamang ngapain?" Teman sy tanya lagi. "Ya kalau tiba dirumah jam 10an, bantuin istri, Bantuin untuk persiapan dagang besok, belanja yg penting persiapan. Selesai biasanya sebelum dzuhur" jawab tukang bubur. "Habis dzuhur ngapain?" Teman saya tanya lagi. "Yaah main aja sama anak-anak, sama istri dan istirahat" jawab beliau. Dari 2 kisah diatas, mana yang lebih nikmat hidupnya? Bisa kita simpulkan sendiri..

Syeikh Ammar Bugis "10 Detik Saja ..."

Dari Buku 'PENAKLUK KEMUSTAHILAN'
Penulis Syeikh Ammar Bugis

Beliau lumpuh total, kaki, tangan cacat. Semua organ tubuh lumpuh kecuali mulut dan mata yg hanya bisa berkedip. Beliau beliau mengelilingi bumi menggunakan kereta bayi yg di modif karena ukuran badan ± 100 cm. Allah menunjukan kebesaran dan kekuasaanNya. Syeikh Ammar usia 11 thn. berazam menghafal Al Qur'an dan di usia 13 tahun beliau sudah berhasil menghafal. Beliau adalah Profesor di bidang jurnalistik, pengamat sepak bola di Jeddah, Saudi.

Mimpi beliau, ingin sekali diberikan Allah SWT. 10 detik saja waktu untuk sujud Syukur dan bisa membolak-balikan Al Qur'an. Ini menjadi pengingat bagi saya pribadi. Selamat menikmati hari yg masih ada. Sohib-sohib sekalian.

#RabiulAwal
Mari perbanyak Shalawat, untuk mengingat Rasulullah SAW.

Foto diambil dari pppa.or.id - Ketika Sarahsehan di Daarul Qur'an
Ahad, 30 Desember 2012 saya mengikuti Kajian Islam Bulanan Pertama Daarul Qur'an bersama KH. Yusuf Mansur, serta bersama Syeikh-syeikh dari Yaman & Saudi yang insyaAllah mereka akan mengajar Al Qur'an di Daarul Qur'an. Disini saya memperpanjang silaturrahiim dengan sohib kuliah saya, Mas Deni. Salah satu yang memberi pelajaran hidup, adalah Syeikh Ammar Bugis. Syeikh Ammar Bugis, Lahir di amerika, hidup di jeddah. 11 th mulai menghafal qur'an 13 tahun sudah hafidz. Profesor di Amerika dan Dubai. Berikut tausiyah beliau yang dapat saya catet:

MY bukan YM


Tahun 2009, saya bertemu dengan seorang sahabat, orang tua dan salah satu guru yang mengajarkan tentang sedekah. MY inisialnya bukan YM, beliau aktif didunia sedekah di PPPA Daruul Qur’an. Lembaga yang memuliakan Al Qur’an, menjaga Al Qur’an dan mengamalkan Al Qur’an dengan santri-santri penghafal Al Qur’an.

Ketertarikan saya dengan social, mengundang niat untuk aktif di dunia kemaslahatan ummat. Saya merupakan anak baru di dunia ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf). Saya sejak kuliah aktif di Masjid Raya Batam, dan masjid ini punya lembaga ZISWAF, LAZ Masjid Raya Batam disinilah aktifitas pertama saya di dunia para mustahik dan muzakki.

Kenal dengan orang miskin dan orang kaya adalah hal yang sangat menyenagkan. Kita tahu betapa harus bersyukurnya kita karena masih punya nikmat yang diberikan oleh-Nya. Dan betapa harus bersabarnya kita, karena banyak para dermawan yang taat kepada-Nya dan peduli terhadap kaum papa. Kita harus kaya, dermawan dan shaleh.  Apapun yang dilakukan haruslah untuk mendekatkan diri kepada Maha Pencipta, Allah Aza wa Jalla.

Bertemanlah dengan penjual minyak wangi, maka engkau akan terkena wanginya. Syahdan, ketika saya pulang bersama Pak MY dari Bazar. Ketika itu kami buka stand sedekah dari PPPA dan LAZ Batam. Saya yang hanya pemeran figuran, karena hanya sekedar menemani Pak MY pulang juga kecipratan berkah. Ketika kami keliling melihat stand-stand Bazar, ternyata ada salah satu donator PPPA Daarul Qur’an yg buka stand yaitu batik. “Ustadz, silahkan mampir dan silahkan pilih salah satu batik saya. Untuk Ustadz gratisss. Do’akan ya Ustadz” kata donator tersebut ke Ustadz MY. “Lho ustadz yang itu kok diam aja, silahkan ambil!” sambil menunjuk ke hidung saya. Saya yang anak kecil, terdiam dan kaget karena ternyata saya disuruh pilih juga, dan gratis. Subhanallah, berteman dengan orang-orang yang aktif didunia kedermawanan, maka akan terkena berkah bahkan melimpah.

Sekarang, saya di Cilegon dan karena ajakan MY inilah saya aktif di PPPA Daarul Qur’an. Dengan target “Mendirikan Pondok Pesantren dan Masjid untuk para penghafal Al Qur’an di Serang” inilah salah satu hal besar alasan saya kenapa harus hijrah ke tanah jawa. Dengan berbekal do’a orang tua dan semangat Masjid saya ingin bermanfaat bagi ummat. Do’akan saya. Terima Kasih, Pak MY bukan YM.